Loncat ke isi
adaapa mengabarkan untuk anda

NasionalHukum

Basarnas hentikan penyelaman KM Virgo Transport 8, 55 korban masih dicari

Evaluasi hari ke-21: jasad berubah dan kapal labil. SAR lanjut di permukaan Kalsel, Kalteng, dan Kalbar; salvage didorong segera.

4 Oktober 2026 · 06.50 WIBBanjarmasin / Laut Jawa

Ilustrasi suasana, bukan foto kejadian.

Basarnas menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 hingga hari ke-21 operasi SAR. Keputusan disampaikan Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Sabtu, 3 Oktober 2026 malam, seperti dilaporkan ANTARA dan diperkuat Republika.

Syafii mengatakan pada hari-hari awal, kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal masih memungkinkan terapung setelah dikeluarkan. Kondisi itu berubah seiring perubahan struktur kapal setiap hari. Kini, kata dia, korban dapat terurai ketika dikeluarkan, sehingga operasi bawah air dinilai tidak lagi efektif.

Republika menambahkan penyelam telah menembus sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam kapal, tetapi terhambat debris dan material, sementara sejumlah jendela yang bisa dimasuki tidak lagi menemukan korban sejak hari ke-19. Struktur kapal dinilai labil, visibilitas rendah, ada benda tajam dan potensi kontaminasi, serta waktu kerja scuba di kedalaman sekitar 27 meter terbatas sekitar 20 menit per penyelaman. Tiga hari terakhir tidak menemukan korban baru di dalam kapal.

Basarnas mendorong operasi salvage atau pengangkatan badan kapal oleh pemilik agar evakuasi bisa dilanjutkan setelah kapal stabil. Meski penyelaman dihentikan, operasi SAR tetap berjalan dengan fokus pencarian di wilayah yang berpotensi korban hanyut: perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Hingga Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 188 orang ditemukan dari 243 nama dalam manifes: 108 selamat dan 80 meninggal dunia, sementara 55 masih dalam pencarian. Adaapa sebelumnya menulis penetapan nakhoda sebagai tersangka; laporan ini menandai perkembangan baru berupa penghentian penyelaman dan angka hari ke-21 dari sumber ANTARA serta Republika.

“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang.”

Mohammad Syafii, Kepala Basarnas

Masukan dan usulan nama dikirim ke Yayasan Peduli Masyarakat Belitung.

Bacaan terkait