Loncat ke isi
adaapa mengabarkan untuk anda

BelitungSosial

Dua wisatawan lokal meninggal tenggelam di Pantai Tanjung Tinggi, seorang anak dirujuk RSUD

Eko Nurul Utama (42) dan sepupunya Feby Irianto (35) dinyatakan meninggal di Puskesmas Tanjung Binga. Anak Eko, Fahreda Al Hafis (2,5 tahun), dirujuk ke RSUD Marsidi Judono.

4 Oktober 2026 · 07.15 WIBPantai Tanjung Tinggi, Sijuk

Ilustrasi suasana, bukan foto kejadian.

Satpolairud Polres Belitung menerima laporan tiga wisatawan lokal kesulitan di kawasan karang Pantai Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu, 3 Oktober 2026. Dua orang dinyatakan meninggal dunia setelah diperiksa di UPT Puskesmas Tanjung Binga, sementara seorang anak mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit, seperti dilaporkan Media Bhayangkara Satu sore hari yang sama.

Menurut uraian polisi yang dikutip media itu, sekitar pukul 07.00 WIB Eko Nurul Utama (42) berlibur bersama anaknya Fahreda Al Hafis (2 tahun 6 bulan) dan Fathan Al Ghifary (13 tahun) serta sepupunya Feby Irianto (35). Setelah beraktivitas di pantai, Eko bersama Fahreda dan Feby bergeser ke area karang untuk memancing.

Air laut kemudian naik. Ketiga orang itu kesulitan kembali ke daratan. Fathan Al Ghifary berteriak meminta tolong. Risky, penyewa perahu yang berada tidak jauh dari lokasi, merespons dan ikut mengevakuasi korban. Setelah dievakuasi, korban dibawa ke UPT Puskesmas Tanjung Binga.

Berdasarkan pemeriksaan di puskesmas, Eko Nurul Utama dan Feby Irianto dinyatakan meninggal dunia. Fahreda Al Hafis mendapat penanganan medis lalu dirujuk ke RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Jenazah kedua korban dewasa kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pangkal Lalang, Kecamatan Tanjungpandan, untuk proses pemakaman oleh keluarga.

Hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara menduga kondisi medan di sekitar karang yang kurang diketahui serta perubahan pasang surut yang cepat berperan dalam kesulitan korban. Polisi menekankan penyebab pasti masih memerlukan pendalaman. Adaapa merangkum nama, usia, lokasi, dan rangkaian penanganan dari laporan Media Bhayangkara Satu tanpa menambah detail di luar sumber itu.

Bacaan terkait