Penumpang KM Salvia dievakuasi di laut Tanjungpandan, dibawa ke RSUD Marsidi Judono
Hendri Saputra (30) mengeluh sakit perut dan sesak napas saat kapal dari Pangkalbalam menuju Tanjungpandan. Kapal tidak bisa merapat karena air surut, sehingga Basarnas menjemput dengan RIB.
29 September 2026 · 06.50 WIBTanjungpandan

Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang penumpang KM Salvia yang mengalami kondisi medis darurat di perairan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin malam, 28 September 2026. Korban, Hendri Saputra (30), mengeluhkan sakit hebat di perut bagian kanan disertai sesak napas saat kapal berlayar dari Pelabuhan Pangkalbalam menuju Tanjungpandan.
Anak buah kapal sempat memberi obat dan oksigen, tetapi kondisi Hendri tidak membaik. Situasi makin sulit karena kapal tidak bisa merapat ke dermaga akibat air laut surut. Laporan darurat lalu diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang.
Kepala Kansar Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan pihaknya segera mengerahkan Tim Rescue USS Tanjungpandan. Tim menuju titik intercept di koordinat 2°43.595’S 107°34.508’E di sekitar perairan Tanjungpandan. Setibanya di lokasi, petugas bersama tenaga medis Badan Karantina Kesehatan naik ke kapal untuk pemeriksaan awal.
Setelah dinilai memungkinkan dipindahkan, Hendri dievakuasi dengan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas ke Pelabuhan Tanjungpandan, lalu dibawa ambulans ke RSUD Dr. H. Marsidi Judono untuk penanganan lebih lanjut. Operasi dinyatakan selesai setelah korban berada dalam perawatan medis.
Mikel mengapresiasi kerja sama unsur SAR gabungan, termasuk BKK, Polairud, TNI AL Belitung, KSOP Tanjungpandan, dan pihak kapal. Menurut laporan Warta Bangka, operasi berjalan aman tanpa kendala. Kondisi medis rinci Hendri setelah tiba di rumah sakit tidak diuraikan dalam berita tersebut.
“Begitu menerima informasi dari pihak kapal, kami segera mengerahkan Tim Rescue USS Tanjung Pandan untuk melakukan evakuasi menggunakan RIB Basarnas menuju titik koordinat kapal.”
