BGN aktivasi 480 SPPG di 16 Provinsi 3T dan rawan stunting, moratorium dapur MBG dicabut
Sudaryono: 27.022 dapur sudah beroperasi. Peresmian serentak dipimpin dari Takalar; perluasan ke Kalimantan, Bali, dan Sumatera dijadwalkan pekan depan.
3 Oktober 2026 · 06.55 WIBTakalar, Sulawesi Selatan

Badan Gizi Nasional mengaktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi secara serentak di 16 provinsi wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi, Jumat, 2 Oktober 2026. Peresmian digelar daring dengan pusat kegiatan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dipimpin Kepala BGN Sudaryono, seperti dilaporkan ANTARA Makassar.
Sudaryono mengatakan hingga saat ini 27.022 dapur SPPG sudah beroperasi di seluruh Indonesia. Ia menambahkan masih banyak dapur yang siap beroperasi di wilayah yang sangat membutuhkan program Makan Bergizi Gratis, sehingga aktivasi 480 titik itu menjadi awalan perluasan.
Aktivasi tersebut, katanya, bukan akhir perluasan. Pekan berikutnya BGN berharap membuka dapur di Kalimantan, Bali, Sumatera, serta lokasi lain dengan stunting tinggi dan kategori 3T, termasuk wilayah yang anak-anaknya membutuhkan MBG meski tidak berada di pelosok terdalam.
Dalam rangkaian yang sama, Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN Mariman Darto meresmikan SPPG 3T Rum Talaga di Dusun Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Lokasi di kawasan puncak Gunung Tidore disebut memiliki akses jalan sangat curam, sehingga dapur dekat penerima manfaat diharapkan menjaga ketepatan distribusi dan keamanan pangan. SPPG itu melayani 49 penerima manfaat: 18 siswa SDN Talaga Puncak, 11 guru, serta 20 penerima kelompok 3B.
RRI melaporkan Sudaryono menegaskan moratorium pembukaan dapur MBG yang sebelumnya berlaku kini ditiadakan seiring pembukaan dapur yang sudah siap. Adaapa tidak menambah daftar 16 provinsi atau target nasional di luar angka dan pernyataan yang disebut sumber ANTARA dan RRI.
“Kalau kemarin ada moratorium, maka dengan dibukanya ini, moratorium itu artinya sudah ditiadakan.”
Masukan dan usulan nama dikirim ke Yayasan Peduli Masyarakat Belitung.
