Rusia lancarkan serangan besar ke jaringan listrik Ukraina, tujuh orang tewas
Zelenskyy sebut hampir 190 drone dan rudal balistik; lima wilayah infrastruktur kritis diserang. Ukrenergo berlakukan pemadaman darurat pertama sejak musim semi.
1 Oktober 2026 · 06.20 WIBKyiv, Ukraina

Rusia melancarkan gelombang serangan udara besar terhadap jaringan energi Ukraina menjelang musim dingin, menewaskan sedikitnya tujuh orang termasuk seorang anak. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan angka korban itu saat berada di front timur pada Rabu, seperti dilaporkan ABC News yang merujuk Reuters pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Zelenskyy, infrastruktur energi di Kyiv dan sekitarnya menjadi sasaran utama serangan yang mencakup hampir 190 drone dan rudal balistik. Angkatan udara Ukraina menyatakan menembak jatuh lima rudal dan 155 drone. Infrastruktur kritis di lima wilayah diserang, sementara kerusakan lain dilaporkan di lima wilayah tambahan.
Operator jaringan listrik negara Ukrenergo memberlakukan pemadaman darurat pertama sejak musim semi di Kyiv dan tiga wilayah sekitarnya. Otoritas Kyiv menyebut pembangkit listrik penting dan fasilitas energi lain rusak. Sebagian layanan trem dan trolleybus di ibu kota terhenti akibat pemadaman saat warga pulang kerja.
Perdana Menteri Ukraina Andrii Koretskyi menyebut skala serangan gabungan semacam itu belum terjadi sejak akhir musim pemanas sebelumnya. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan puing ditemukan di sebuah kedutaan Barat tanpa merinci lebih lanjut. Peringatan serangan udara berlangsung lebih dari 12 jam.
Rusia menyatakan pasukannya menyerang pembangkit listrik di wilayah Kyiv, kompleks industri di wilayah Odesa, dan infrastruktur pelabuhan di Ismail di barat daya. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut serangan itu sebagai pengalihan dari ofensif di timur yang melambat. Adaapa tidak menambah angka korban di luar laporan ABC/Reuters.
