Presiden Yaman al-Alimi umumkan operasi militer untuk merebut seluruh wilayah Houthi
Pengumuman lewat pidato televisi di Riyadh menyusul saling serang dengan koalisi Saudi. Houthi klaim serang situs Aramco di Riyadh dan Khurais serta memutus jalur pasokan Taiz–Aden.
5 Oktober 2026 · 05.00 WIBRiyadh / Yaman

Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkan dimulainya operasi militer untuk merebut kembali seluruh wilayah yang masih dikuasai kelompok Houthi dan memulihkan otoritas negara di seluruh negeri. Pengumuman disampaikan lewat pidato televisi dari Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu, 4 Oktober 2026, seperti dilaporkan BBC News dan Al Arabiya.
BBC menyebut pernyataan keras itu sudah diperkirakan setelah serangan kilat Houthi bulan lalu yang merebut seluruh pesisir Laut Merah Yaman, termasuk jalur pelayaran vital Selat Bab al-Mandab. Al-Alimi meminta dukungan mitra regional dan internasional, secara khusus berterima kasih kepada Arab Saudi, serta menuding Houthi membahayakan warga Yaman dan kawasan, antara lain dengan merekrut anak-anak untuk bertempur.
Pada hari yang sama, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim kelompoknya melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke situs Aramco di Riyadh dan kawasan Khurais di timur Arab Saudi, yang disebutnya memicu kebakaran besar. Arab Saudi belum berkomentar atas klaim itu; BBC mencatat Riyadh sebelumnya pernah membantah sebagian klaim serupa. Saluran Al-Masirah milik Houthi melaporkan sedikitnya dua orang terluka akibat serangan Saudi pada Minggu.
Di lapangan, sumber keamanan yang dikutip BBC menyebut Houthi justru terus mencatat kemajuan. Kantor berita AFP, mengutip tiga sumber militer Yaman, melaporkan Houthi memutus jalur pasokan vital yang menghubungkan Taiz dengan Aden, ibu kota sementara pemerintah, sehingga Taiz praktis terkepung. Sanaa, yang dikuasai Houthi lebih dari satu dekade, menjadi sasaran serangan berkelanjutan, dan serangan juga menjangkau wilayah Saada.
Perang Yaman pecah pada 2014 ketika Houthi merebut Sanaa, lalu Arab Saudi memimpin koalisi internasional sejak 2015. Setelah beberapa tahun relatif tenang, perang kembali berkobar pada Juli 2026 di tengah meluasnya konflik Timur Tengah. Adaapa sebelumnya menulis klaim serangan Houthi ke Aramco pada 3 Oktober; laporan ini memuat perkembangan baru berupa pengumuman operasi menyeluruh pemerintah Yaman dari BBC dan Al Arabiya.
Masukan dan usulan nama dikirim ke Yayasan Peduli Masyarakat Belitung.
