Pasukan pemerintah Etiopia kuasai Mekelle, TPLF nyatakan mundur sementara dari ibu kota Tigray
Tentara federal dan milisi Tigray Peace Forces masuk kota setelah merebut bandara utama. Pertempuran pecah sejak 23 September; AS minta Etiopia dan Eritrea menahan diri.
5 Oktober 2026 · 04.55 WIBMekelle, Etiopia

Tentara federal Etiopia bersama milisi pro-pemerintah menguasai Mekelle, ibu kota wilayah Tigray di utara Etiopia, setelah Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) menyatakan menarik diri dari kota itu. Al Jazeera, mengutip AFP dan Reuters, melaporkan perkembangan tersebut pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Dalam pernyataan di media sosial pada Sabtu malam, 3 Oktober, TPLF mengatakan telah keluar sementara dari Mekelle untuk beroperasi dari tempat lain. Pengumuman itu muncul beberapa jam setelah tentara federal dan milisi pro-pemerintah merebut kembali bandara utama Mekelle. Sumber yang dekat dengan milisi Tigray Peace Forces mengatakan kepada Reuters bahwa para petempurnya masuk ke pusat kota pada Sabtu sore, disusul militer Etiopia. Seorang sumber kemanusiaan dan seorang warga Mekelle mengonfirmasi kota itu berada di bawah kendali pasukan pemerintah.
Pertempuran pecah pada 23 September setelah tujuh kelompok bersenjata dan politik mengumumkan aliansi untuk menyingkirkan pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed dan membentuk pemerintahan transisi yang inklusif. Kembalinya permusuhan menandai runtuhnya kesepakatan damai 2022 yang mengakhiri perang 2020–2022 antara pemerintah federal dan pasukan Tigray, perang yang menewaskan ratusan ribu orang dan membuat jutaan orang mengungsi.
Konflik baru ini memicu kekhawatiran akan perang yang lebih luas di kawasan. Etiopia menuding Eritrea, Sudan, dan Mesir mendukung koalisi oposisi; Khartoum dan Kairo membantah, sementara Eritrea memutus hubungan diplomatik dengan Etiopia akibat tuduhan itu. Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu mendesak Etiopia dan Eritrea menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah tetangga, menahan diri, serta kembali berdialog.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, berbicara di pertemuan koordinasi Uni Afrika di El-Alamein menjelang pertemuan dengan para pemimpin Eritrea, Somalia, dan Sudan, menyerukan dialog alih-alih konfrontasi dan menolak campur tangan asing di negara-negara Afrika. Adaapa merangkum laporan Al Jazeera yang bersumber dari AFP dan Reuters; jumlah korban dari pertempuran terbaru tidak disebut dalam sumber tersebut.
Masukan dan usulan nama dikirim ke Yayasan Peduli Masyarakat Belitung.
