Steve Indika Khosasi dan Gillian Fensienna bawa budaya Belitung ke Putra Putri Budaya Indonesia 2026
Ajang di Jakarta dijadwalkan 14–18 Oktober 2026. Keduanya lahir di Tanjungpandan; Steve pernah menjadi Wakil Bujang Belitung, Gillian finalis FLS3N nasional dan anggota Gita Bahana Nusantara 2025.
5 Oktober 2026 · 05.25 WIBTanjungpandan

Dua anak muda asal Belitung, Steve Indika Khosasi dan Gillian Fensienna, akan membawa cerita dan kekayaan budaya daerahnya ke ajang nasional Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) 2026 di Jakarta. Pos Belitung melaporkan pada Minggu, 4 Oktober 2026, bahwa ajang itu dijadwalkan berlangsung 14–18 Oktober 2026 dan mempertemukan pemuda dari berbagai daerah yang menaruh perhatian pada budaya, pariwisata, seni, dan pengembangan generasi muda.
Bagi keduanya, keikutsertaan di PPBI disebut bukan sekadar mengejar gelar, melainkan kesempatan memperkenalkan identitas Belitung dari sudut pandang generasi muda. Steve mengatakan budaya bukan hanya warisan generasi sebelumnya, tetapi juga sesuatu yang perlu terus diperkenalkan dengan cara yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Steve lahir di Tanjungpandan pada 9 Oktober 2008. Alumnus SMA Anugrah Tanjungpandan itu kini kuliah di Program Studi Bioteknologi Universitas Esa Unggul. Semasa sekolah ia aktif di OSIS, termasuk menjadi ketua Seksi Bidang Bela Negara, serta di UKS dan kegiatan kepemudaan lain. Minatnya pada budaya dan pariwisata berkembang setelah terpilih sebagai Wakil Bujang Belitung, dan ia ikut dalam berbagai kegiatan promosi wisata serta pengenalan budaya daerah.
Gillian Fensienna, menurut laporan Belitong Ekspres, lahir di Tanjungpandan pada 1 September 2008 dan merupakan alumna SMA Negeri 1 Tanjungpandan. Ia kini kuliah di Program Studi Ilmu Administrasi Niaga Universitas Indonesia. Gillian tumbuh lewat dunia musik: ia pernah menjadi finalis FLS3N Menyanyi Solo Putri tingkat nasional, dan pada 2025 terpilih masuk Gita Bahana Nusantara yang tampil dalam rangkaian peringatan 80 Tahun Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
Pos Belitung menyebut keduanya mewakili Bangka Belitung di ajang tersebut. Adaapa merangkum profil dan rencana keduanya dari laporan Pos Belitung dan Belitong Ekspres tanpa menambah keterangan soal penyelenggara atau sistem penilaian PPBI yang tidak dimuat sumber.
“Saya ingin memanfaatkan komunikasi, kreativitas, serta ruang digital untuk membuat budaya Belitung semakin dekat dengan generasi muda.”
Masukan dan usulan nama dikirim ke Yayasan Peduli Masyarakat Belitung.


