Dari Pulau Leebong ke hutan Gunung Lalang
Dua ujung wisata minat khusus di Belitung: pulau privat Leebong di Badau, dan Kawasan Hutan Konservasi Gunung Lalang yang dipotret tim adaapa.
26 September 2026 · 21.30 WIBGunung Lalang, Belitung


Rombongan di lahan terbuka, dengan bukit berhutan di belakang. Nama orang tidak dipasang.

Bukit yang sama, dilihat dari lahan bertanam. Bukan foto pantai Pulau Leebong.

Dua orang di tepi kolam di kaki hutan.
Tim adaapa mengabarkan merangkai pariwisata Belitung dari dua tempat yang beda watak. Yang satu pulau privat di laut. Yang satu hutan konservasi di darat. Foto yang masuk Sabtu malam, 26 September 2026, adalah hutan — bukan pantai.
Papan di foto berbunyi: Anda memasuki Kawasan Hutan Konservasi Gunung Lalang. Kawasan dilindungi undang-undang dan titipan anak cucu. Mari kita lestarikan bersama. Di bawahnya tertulis Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tahun 2012. Dua orang berdiri di samping papan, di bawah pohon pandan hutan.
Catatan redaksi sempat menyebut belajar di alam di bukit ini. Mereknya ternyata terpisah: Belitong Outdoor Education Center, basecamp di Suak Parak Mangrove, bukan tulisan di papan hutan. Yang resmi terbaca di lapangan tetap Kawasan Hutan Konservasi Gunung Lalang. Kajian keanekaragaman yang terbit di jurnal Ecodevelopment menyebut Taman Hutan Raya Gunung Lalang ditetapkan lewat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 579/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016 pada 27 Juli 2016. Jurnal Media Konservasi menempatkan hutan itu membentang dari Desa Perawas, Desa Buluh Tumbang, sampai Desa Air Seruk.
Kajian yang sama mencatat puluhan jenis pohon, dengan seruk sebagai jenis yang menonjol, serta tumbuhan yang masuk kriteria lindung seperti kantong semar. adaapa tidak mengulang seluruh daftar jenis. Cukup yang perlu pembaca tahu: ini hutan yang dijaga, bukan kebun wisata biasa.
Di foto lain, rombongan berdiri di lahan terbuka. Di belakang mereka ada bukit hijau. Tidak ada papan yang memastikan bukit itu puncak Gunung Lalang, jadi disebut bukit di sekitar kawasan, bukan diukur ketinggiannya.
Pulau Leebong, yang dalam catatan redaksi disebut Leebong The Private Island, ada di tempat lain. Situs pengelola leebongisland.com menaruh alamat di Pegantungan, Badau, Kabupaten Belitung, dan menyebut pulau seluas 37 hektare dengan pantai, mangrove, serta vila di atas air. Portal Indonesia dan panduan perjalanan lokal menulis penyeberangan sekitar 20 menit dengan perahu dari Dermaga Tanjung Ru di Pegantungan. Pemberitaan lain juga menautkan pulau ini dengan perairan Desa Lassar, Membalong. Foto dermaga dan pasir Leebong masuk pada kiriman berikutnya.
Rangkaian liputan tim adaapa hari ini berangkat dari pertemuan dengan Bupati Belitung soal pariwisata, lalu Desa Wisata Tanjung Rusa di Membalong — aren, gula, dan hutan desa — dan berhenti di papan Gunung Lalang. Leebong menutup peta sebagai ujung laut yang privat. Nama orang di foto tetap tidak dipasang.


