Loncat ke isi
adaapa mengabarkan untuk anda

MancanegaraInternasional

Dua penembakan massal dalam hitungan jam tewaskan 28 orang di Afrika Selatan

Delapan pria bersenjata menyerbu bar dekat Johannesburg; beberapa jam kemudian 10 orang tewas di luar tempat hiburan dekat Cape Town. Belum ada penangkapan.

28 September 2026 · 13.46 WIBJohannesburg

Ilustrasi suasana, bukan foto kejadian.

Dua penembakan massal yang terjadi berselang beberapa jam menewaskan 28 orang di Afrika Selatan pada akhir pekan. Pada Sabtu malam, 26 September 2026, delapan pria bersenjata menyerbu sebuah bar di dekat Johannesburg, menewaskan 18 orang dan melukai 14 lainnya. Pelaku menembaki pengunjung di luar, lalu masuk ke dalam bar, dan membakar dua kendaraan sebelum kabur.

Pada Minggu dini hari, 10 orang tewas dan 11 terluka dalam penembakan di luar sebuah tempat hiburan di permukiman dekat Cape Town. Lima korban meninggal di lokasi, lima lainnya di rumah sakit. Hingga Minggu pagi belum ada penangkapan dalam kedua kasus.

Kepala Kepolisian Provinsi Gauteng, Letjen Tommy Mthombeni, mengatakan baru empat korban di Johannesburg yang teridentifikasi; ada warga Ethiopia dan Lesotho di antara korban, tetapi sebagian besar warga Afrika Selatan. Polisi menduga motifnya perampokan karena barang pribadi korban diambil, namun tidak menutup kemungkinan perebutan wilayah antarkelompok tambang ilegal. Wakil kepala kepolisian provinsi, Mayjen Fred Kekana, menurut AFP menyebut serangan itu mungkin balasan atas sebuah insiden bulan lalu.

Afrika Selatan termasuk negara dengan angka pembunuhan tertinggi di dunia, sekitar 60 pembunuhan per hari di negara berpenduduk 62 juta jiwa itu. Dua penembakan ini terjadi beberapa hari setelah 11 orang tewas saat pria bersenjata menyerbu sebuah rumah di Durban. Awal tahun ini militer dikerahkan mendampingi polisi di wilayah dengan angka pembunuhan tertinggi.

Bacaan terkait