Kunjungan kerja ke Desa Wisata Tanjung Rusa, dari aren sampai hutan
Redaksi menyusuri Desa Wisata Tanjung Rusa, Membalong. Yang terekam: pohon aren, masak gula, dan jalan di hutan. Agenda lain disebut redaksi, tanpa angka yang dikarang.
26 September 2026 · 21.15 WIBTanjung Rusa, Membalong


Menyusuri hutan. Redaksi menyebut agenda observasi lutung putih dan sanggau, sarang lebah madu liar.

Nira dimasak di wajan di atas tungku kayu, bagian dari proses gula aren.

Dapur beratap rumbia tempat gula dimasak.

Istirahat di saung setelah menyusuri kebun.
Tim adaapa mengabarkan melakukan kunjungan kerja ke Desa Wisata Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Foto dan video dikirim redaksi pada Sabtu, 26 September 2026. Naskah ini hanya menulis yang terlihat di gambar dan yang disebut dalam catatan redaksi.
Di kebun, rombongan berdiri di bawah pohon aren. Batang bambu disandarkan ke pohon, cara yang biasa dipakai untuk mencapai mayang saat nira disadap. Di dapur beratap rumbia, nira dimasak dalam wajan besar di atas tungku tanah dan kayu bakar sampai mengental berwarna gula. Proses yang disampaikan redaksi berjalan dari panen nira sampai gula siap konsumsi. Foto yang ada menangkap tahap masak, bukan seluruh urutan dari pohon sampai kemasan.
Catatan redaksi menyebut lima titik dalam kunjungan: konservasi mangrove dan pohon aren, observasi lutung putih, observasi sanggau atau lebah madu liar, pusat pembibitan dan budidaya perikanan laut, serta pembuatan gula aren. Di foto yang dilampirkan, yang jelas terlihat adalah hutan yang disusuri, pohon aren, dan dapur gula. Lutung, sarang lebah, hamparan mangrove, dan kolam pembibitan tidak tampak sebagai subjek foto, jadi tidak digambarkan seolah sudah dipotret.
Redaksi menempatkan kunjungan ini di jalur pariwisata berbasis komunitas dan pariwisata minat khusus. Belitong Outdoor Education Center adalah merek pelatihan di alam milik PT Belitung Pariwisata Investama, dengan basecamp di Suak Parak Mangrove, bukan nama di papan Gunung Lalang. Papan yang dikirim belakangan bertuliskan Kawasan Hutan Konservasi Gunung Lalang. Liputan papan dan bukitnya ditulis terpisah.
Di salah satu kaus rombongan terbaca tulisan BW CAMP. adaapa tidak menambahkan jabatan atau nama orang di foto, karena keterangan nama tidak disertakan.


