Kabut asap selimuti Tanjungpandan, BPBD imbau warga pakai masker
Sebaran asap dari karhutla di Kalimantan Tengah masuk Pulau Belitung sejak Sabtu pagi dan kian pekat menjelang siang. Titik api level tinggi tidak terdeteksi di pulau.
26 September 2026 · 14.06 WIBTanjungpandan

Kabut asap menyelimuti kawasan Tanjungpandan sejak Sabtu, 26 September 2026, pagi. Menjelang siang, kabut itu dilaporkan makin pekat sehingga jarak pandang dan kualitas udara menjadi perhatian warga yang beraktivitas di luar rumah.
Stasiun Meteorologi Kelas II H. AS Hanandjoeddin menyebut sebaran asap yang masuk ke Pulau Belitung terbawa angin dari wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Angin membawa massa asap ke Belitung. Pada saat yang sama, tidak terdeteksi titik api dengan level tinggi di Pulau Belitung — artinya tidak ada indikasi kebakaran besar di pulau sendiri.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belitung meminta warga memakai masker bila harus berada di luar ruangan. Imbauan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, setelah kabut terlihat menyelimuti wilayah pulau pada Sabtu pagi.
Anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan diminta mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama di luar ruang. Paparan asap dalam waktu panjang berisiko mengganggu saluran pernapasan. Warga yang tetap harus bepergian diimbau tidak mengabaikan kondisi udara hari ini.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan mengingat kota Tanjungpandan saat ini diselimuti kabut asap.”
