Gempa M5,9 guncang Sumba Barat Daya, 107 bangunan rusak dan satu warga luka
BMKG: gempa Minggu pukul 05.55 WIB tidak berpotensi tsunami dan diduga terkait Sesar Waikabubak. Bupati mencatat 91 rumah dan 16 fasilitas umum rusak di tujuh kecamatan.
5 Oktober 2026 · 05.10 WIBSumba Barat Daya, NTT

Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah pantai barat daya Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 05.55.52 WIB. BMKG dalam siaran persnya mula-mula mencatat kekuatan M6,1 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M5,9, dan memastikan berdasarkan pemodelan bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami.
Menurut Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,84 derajat Lintang Selatan dan 118,90 derajat Bujur Timur, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, pada kedalaman 30 kilometer. BMKG menggolongkannya sebagai gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak, dengan mekanisme sesar turun.
Guncangan terkuat, skala VI MMI, dirasakan di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, membuat sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah. Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba merasakan skala IV MMI, sedangkan Bima skala III MMI. Hingga pukul 08.05 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 62 gempa susulan berkekuatan M1,5 hingga M4,3.
Data kerusakan bertambah hingga malam. Kepada Kompas.com, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla menyebut 107 bangunan rusak di tujuh kecamatan, terdiri atas 91 rumah warga (satu rusak berat, 12 rusak sedang, 78 rusak ringan) dan 16 fasilitas umum (satu rusak sedang, 15 rusak ringan). Fasilitas yang rusak antara lain gereja, sekolah, pustu, puskesmas, RSUD Pratama Reda Mbolo, Balai KB, dan Kantor Jaga PLN Kodi.
Seorang warga Desa Bondo Kodi, Kecamatan Kodi, Odoridus J Kaka (26), terluka tertimpa reruntuhan dan menjalani rawat jalan. BMKG mengimbau warga tetap tenang, menjauhi bangunan yang retak atau rusak, dan tidak memercayai isu yang tidak jelas sumbernya. Adaapa memakai parameter gempa dari siaran pers BMKG dan data kerusakan dari keterangan bupati yang dikutip Kompas.com.
“Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).”
Masukan dan usulan nama dikirim ke Yayasan Peduli Masyarakat Belitung.
