Loncat ke isi
adaapa mengabarkan untuk anda

BelitungLingkungan

Hujan pertama setelah 69 hari turun di Belitung, PDAM tetap siapkan pembatasan

BMKG Tanjungpandan mencatat hujan ringan sejak Sabtu, 26 September, dipicu konvergensi angin. Tim distribusi air bersih tetap bersiap karena cadangan air baku harus bertahan sampai akhir tahun.

28 September 2026 · 15.10 WIBTanjungpandan

Ilustrasi suasana, bukan foto kejadian.

Pulau Belitung akhirnya kembali diguyur hujan. Stasiun Meteorologi Kelas II H. AS Hanandjoeddin Tanjungpandan mencatat hujan berintensitas ringan mulai terpantau sejak Sabtu, 26 September 2026. Menurut BMKG, itu hujan pertama setelah 69 hari berturut-turut tanpa hujan di pulau ini.

Prakirawan BMKG setempat, Salsa, menjelaskan pemicunya adalah pola konvergensi angin di sekitar Belitung. Pertemuan angin itu membuat kecepatan angin melambat dan massa udara menumpuk, sehingga awan-awan konvektif yang berpotensi menurunkan hujan bisa tumbuh. Citra satelit Himawari-9 pukul 12.20 WIB memperlihatkan awan konvektif tumbuh di bagian utara Pulau Belitung, lalu meluas ke sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Belitung.

Kemarau panjang sebelumnya menurunkan kelembapan tanah dan mengurangi air permukaan. Hujan ringan ini disambut sebagai kabar baik, tetapi BMKG tetap mengingatkan warga soal cuaca yang bisa berubah tiba-tiba di masa peralihan musim, dan meminta air bersih dipakai secara bijak.

Di darat, pemerintah daerah belum melonggarkan kewaspadaan. Belitong Ekspres melaporkan Tim Distribusi Air Bersih Kabupaten Belitung — gabungan BPBD, Perumdam Tirta Batu Mentas, Dinas PUPR, DSPPPA, dan PMI Belitung — rapat pada Senin, 28 September 2026, di kantor Perumdam. Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, menyebut rapat membahas kondisi sumber air baku, langkah alternatif, dan pembagian wilayah distribusi air bersih agar pengiriman ke warga tidak tumpang tindih.

Dalam laporan yang sama, Munandar menyebut PDAM kemungkinan besar mulai membatasi jam operasional pada bulan depan. Tujuannya menjaga cadangan air baku supaya tidak habis dan cukup sampai akhir tahun. Jadwal dan rincian pembatasan belum diumumkan; adaapa akan menuliskannya bila sudah resmi.

Masukan dan usulan nama dikirim ke Yayasan Peduli Masyarakat Belitung.

Bacaan terkait