Israel klaim tewaskan komandan Hamas Gaza Utara, tiga warga Palestina tewas dalam serangan
Izz al-Din al-Beik tewas dalam serangan di kawasan Al-Nasr, Kota Gaza, Selasa. Netanyahu dan Katz menyebutnya target; pejabat kesehatan Gaza catat korban sejak gencatan senjata terus bertambah.
30 September 2026 · 06.20 WIBJalur Gaza

Militer Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Selasa, 29 September 2026, yang menewaskan Izz al-Din al-Beik, tokoh yang disebut pejabat Israel sebagai kepala sayap bersenjata Hamas di Gaza Utara. CNBC Indonesia, merujuk Reuters, melaporkan kematian itu dikonfirmasi pejabat Israel dan Palestina.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan militer menargetkan al-Beik dan berhasil membunuhnya. Menurut keduanya, al-Beik terlibat dalam perencanaan serangan serta perekrutan anggota baru. Media Indonesia menulis dua korban di kawasan Al-Nasr diidentifikasi sebagai al-Beik dan Muhannad Abu Foul; serangan menghantam apartemen di gedung Al-Batoul.
Di Gaza tengah, seorang warga bernama Ahmed Abu Mur dilaporkan tewas setelah ditembak di Jalan Salah al-Din, timur Deir al-Balah, menurut sumber rumah sakit setempat yang dikutip Media Indonesia. Total tiga warga Palestina tewas dalam rangkaian kekerasan Selasa pagi itu, dengan sejumlah lainnya termasuk anak-anak mengalami luka-luka.
Israel menyatakan Hamas memperkuat persenjataan dan melancarkan serangan yang dianggap melanggar gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober. Hamas, menurut CNBC, membantah sedang mempersiapkan serangan maupun membangun kembali persenjataan, sekaligus menuduh Israel merusak kesepakatan. Militer Israel menyebut setidaknya 20 tokoh Hamas tewas sepanjang bulan ini.
Pejabat kesehatan Gaza menyebut sedikitnya sekitar 1.400 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku; Media Indonesia mengutip angka 1.421 tewas dan 4.983 luka-luka sejak 10 Oktober 2025. Otoritas Palestina menyatakan lebih dari 73.000 orang tewas sejak serangan Israel ke Gaza setelah serangan 7 Oktober 2023. Adaapa tidak menambah angka di luar sumber tersebut.
Masukan dan usulan nama dikirim ke Yayasan Peduli Masyarakat Belitung.
