Bahlil: anggota DPR yang jadi pejabat eksekutif otomatis mundur, PAW diproses
Pernyataan terkait kursi Bambang Soesatyo di Watimpres dan Menteri Perindustrian Sarmuji. Bahlil juga merangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM.
3 Oktober 2026 · 06.50 WIBJakarta

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan anggota DPR yang diangkat menjadi pejabat negara di lingkup eksekutif harus mengundurkan diri dari keanggotaan DPR. Posisi yang ditinggalkan, katanya, diproses melalui mekanisme pergantian antarwaktu atau PAW, seperti dilaporkan Bisnis.com pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil ketika ditanya soal status kursi DPR yang ditinggalkan Bambang Soesatyo setelah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden, serta Menteri Perindustrian Sarmuji. Keterangan diberikan usai agenda pengangkatan Watimpres serta Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat, 2 Oktober 2026.
Ketika ditanya apakah proses PAW akan dilakukan bersamaan dengan pergantian anggota DPR lain termasuk Sarmuji, Bahlil tidak memberi penjelasan lebih lanjut dan mengakhiri keterangan kepada wartawan.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Bahlil dilantik Presiden Prabowo sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia menyebut rangkap jabatan itu amanah untuk mempercepat agenda hilirisasi dan transisi energi yang menjadi bagian Asta Cita.
Menurut Bahlil, kementerian koordinator menjadi instrumen mengonsolidasikan dan mempercepat eksekusi program tersebut. Adaapa tidak menambah jadwal PAW atau nama pengganti di luar pernyataan yang dikutip Bisnis.com.
“Iya, memang kalau dari anggota DPR yang menjadi pejabat negara dalam konteks eksekutif otomatis akan dilakukan pengunduran diri untuk dilakukan PAW pada nomor berikutnya.”
